Rabu, 23 Februari 2011

Penyesalanku

Birul walidain atau berbakti pada orang tua, pasti sebagai anak ingin membahagiakan orang tuanya yg telah melahirkan dan merawat kita dari kecil. Begitu juga saya, yang selalu berusaha untuk membahagiakan mereka, tetapi kadang secara tidak sengaja kita mengecewakanya, seperti pengalamanku yang bisa dibilang membanggakan karna mempunyai nilai tertinggi UAS sekelas, tapi ketika mencari perguruan tinggi selalu gagal dan akhirnya alhamdulillah saya ditrima di Polines berkat saran dari kakak saya walaupun aku merasa kalau orang tua terutama ayah, ga terlalu suka karena bukan yang saya dan mereka inginkan. Tapi yasudahlah, i'm sure that Allah always give me the best. Tetapi aku masi berusaha untuk masuk di perguruan tinggi yang kami inginkan tahun depan. Alhasil aku buat plan A dan plan B, plan A adalah berusaha tahun depan agar ditrima di perguruan tinggi yg kami inginkan. Plan B apabila tahun depan gagal, aku bakal fokus ke kuliah, organisasi dan les bhs.inggris jadi walaupun aku kuliah di tempat yg tidak diinginkan tapi aku ingin memberikan yg terbaik buat mereka. Setahun berlalu aku mendaftar 2 perguruan tinggi kedinasan dan ternyata Allah masih mengijinkan aku kuliah di Polines,hehe sedikit kecewa sih tapi life must go on :)

Yah, dan ini saatnya aku mulai melakukan Plan B ku, mulai kuliah yang bener dan aktif organisasi, kebetulan 2 temenku eve dan elok ngajak ikut lomba robot,walaupun bukan robot buatan kami, but i think that's my chance dan akhirnya kita membuat team Telecomm AB. Lomba pun berlangsung tanggal 20 Desember 2008 di UNY dan sangat beruntungnya kami bisa mendapatkan juara 3, wow betapa bangganya kami walaupun bukan hasil karya kami,hihi. Akhirnya aku bisa membuktikan bahwa walaupun bukan di Perguruan tinggi yg diinginkan tetapi bisa berprestasi. Sepulang dari lomba seluruh teman mampir ke prambanan dan rumahku. Tapi aku heran dengan bapaku kok tumben"an bapak dingin banget walaupun aku juara, but it's oke mungkin itu cuma persaanku aja. Keesokan harinya seperti biasa bapak olahraga sepeda keliling desa tapi tiba" pulang diantar tetangga katanya bapak jatuh, yah mungkin karna bapak pusing, pikirku. Tapi sejak kejadian itu, bapak semakin lemes, akhirnya periksa dan masuk rumah sakit.

Astagfirullah kenapa ini??aku belum sempet crita tentang lombaku. Pagi hari aku mencari koran yang ada pemberitaan tentang lomba yg kami menangkan, pikirku dengan aku menunjukan berita itu akan memberi semangat buat bapak di rumah sakit tapi sayangnya aku ga nemuin koranya karna memang udah kelewat harinya. Setiap malam aku dan kembaranku menunggu bapak di RS, kebetulan kami sedang liburan semester. Tapi karna keadaanya ga membaik, hari rabu tanggal 23 Desember 2008 pagi harinya bapak ingin pindah ke RS jogja yg lebih bagus, oke kita menuruti kemaunya. Ibuku, om, dan sodara mengantar bapak pindah ke jogja dan aku+kembaranku disuruh istirahat dulu baru habis duhur nyusul ke jogja. Kami berdua tidur, sekitar jam 12an terbangun karna tiba" beberapa tetangga datang ke rumah, what???kalian ngapain?tanyaku, dan dlm hati udah ada firasat ga enak, makin lama makin banyak yg datang dan mereka tidak menjelaskan apa", akhirnya ada salah satu yg bilang bapak uda ga ada.

Tes....air matapun ngalir dan gatau harus gimana, shock, sedih, ga terima, aku hanya bisa menangis, menangis , dan menangis. Kenapa begitu cepat?aku belum sempat crita dan aku blum liat bapak tersenyum bangga karna kemenaganku dalam lomba robot. Ya Allah apakah bapak sudah bangga denganku?tanyaku dlm hati. Yaaah, aku gatau apakah bapak bangga denganku atau tidak, yg jelas aku akan tetap berusaha membanggakan mereka. Sangat berat hari" tanpa bapak, beddaaaa bangett nget nget rasanya dan liburanpun abis jadi harus kuliah lagi. Setelah masuk, IP keluar dan kita berdua mendapat beasiswa karna prestasi, ga ampe jutaan si tp alhamdulillah lah, selain itu kita ikut les bahasa inggris dan menjadi guru les privat, kembaraku juga menjadi mahasiswa berprestasi sekampus, aku lulus cumlaud, oh ya ditambah lagi karena kemengan telecomm ab, foto+berita tentang kami bertiga dimuat di koran suara merdeka, bahkan diundang live di TV, lebay ga sih?tapi beneran lho walaupun cuma tipi lokal,hehe. How proud we are?bisa dibilang itu membanggakan tapi tiba” rasa penyesalan ada karna ga bisa nunjukin semua ini sama bapak, apakah bapak liat keberhasilan kita? Beliau yang banting tulang buat kita, yg selalu memberikan yg terbaik buat kita, pendidikan kita. Senang, bangga, nyesel, sedih campur aduk jadi satu tapi kami tetap berusaha dan berjuang karma kami masih punya ibu, satu” nya orang tua yang kita punya sekarang :)

Cukup panjang memang, tapi semoga bisa buat instropeksi temen", apakah kita sudah bahagiakan kedua orang tua kita?apakah kita sudah membuatnya tersenyum bangga punya anak seperti kita?apa yang sudah kita kasih ke mereka buat balasan dr mlahirkan, ngerawat, membiayai keperluan kita dengan seagala macam cara. Atau malah sampai sekarang hanya membuat mereka sedih karena kenakalan kita? Membantah mereka?hanya meminta uang pada mereka?

Just do your best teman, buatlah kedua orangtua kita bangga dan bahagia, agar tidak ada rasa penyesalan sepertiku, seperti kutipan doa dari Mario Teguh:

Tuhanku Yang Maha Penyayang,

Engkau memerintahkan
agar aku memuliakan orang tua
dan keluargaku,
...dan agar aku memungkinkan
pencapaian impian hati mereka.

Aku tahu bahwa aku tak mungkin
menyembunyikan dari pengetahuan Mu,
tentang kerinduan hatiku
untuk mampu melakukan
yang Kau perintahkan itu.

Tuhan,
aku mohon Engkau membuka tabir
yang selama ini menutupi rezekiku.

Mampukanlah aku membahagiakan keluargaku.

Aamiin

1 komentar:

Anonim mengatakan...

be strong, dear :)
i know u made it
Your dad is surely proud of you

Posting Komentar