Rabu, 27 Juli 2011

Semoga menjadi awal yang baik, amiiin :)

Malam - malam pengen ngerjain tugas dari kantor tiba - tiba males dan pengen liat blog, eh ternyata udah lama juga ya ga cuap - cuap di blog, hihi. Eh ngomong - ngomong tugas kantor, mau cerita dulu nih, lanjutan dari coretanku sebelumnya, alhamdulillah wasyukurillah perjuanganku, my longest trip terbanyar sudah dengan lolosnya aku di PELINDO III :) :)
Sebenernya coretanku ini mengupas tentang perjalananku dari lolos sampai sekarang, berjuta - juta cerita,hehe lebai. OKE dimulai dari selesai magang di Datacomm, sedih sih pisah sama keluarga baru di jakarta tapi apalah daya, life must go on, right? alhasil berliburlah aku ke Pulau Lombok untuk mengurangi sedihku selama 2 minggu, pengen cerita juga sih pengalaman di Lombok tapi kapan - kapan aja ya. Setelah begitu banyak proses di Pelindo, tanggal 20 Mei 2011 pagi - pagi di sms temen kalau aku ketrima, wiiih langsung sujud syukur dan mulai tanggal 27 semua peserta yang lolos kumpul di Surabaya buat diklat, ada 2 diklat yaitu diklat pengenalan perusahaan dan pembentukan karakter. Kebetulan aku dapet diklat pengenalan perusahaan di hotel, aseeek seneng sih daripada gelombang 1 harus bermiliter ria, saya ulangi saudara - saudara, diklat mereka dengan MILITER, sadis ya kedengaranya, tapi dengarlah ceritaku nanti. Saya akan memulai cerita menyenangkan dulu di hotel yang kegiatan rutinya, bangun pagi, senam pagi, mandi pagi, makan pagi, lanjut materi sampai, coffe break, materi lagi sampai jam 5 sore setelah itu mandi makan malam, tidur. Kedengaranya membosankan ya, teramat sangat monoton sekali, hehe tapi jangan salah dari 10 hari diklat di hotel yang aku dapatkan lebih dari 10 bahkan berlipat lipat ganda, dapat teman, ilmu yang blum pernah dapet sebelumnya, pengalaman, dan banyak lagi, ini dia teman - teman sekelasku dan panitia dari Pelindo




Joss kan fotonya?hehe. Foto itu adalah detik - detik menuju kesuraman karena setelah itu kita yang akan diklat pembentukan karakter, it means kita bertemu dan hidup dengan Brimob selama 10 hari, hoho. Baiklah kita lanjutkan crita perjalanan di watukosek, bakalan ga cukup 2 halaman kalau mau crita semuanya jadi aku ambil the most interested saja ya, pengalaman pertama dimulai saat pertama kali sampai di watukosek, bayangkan kita harus jalan kaki naik ke asrama yang jaraknya 5km plus tanjakan!! bayangin aja capek apalagi ngelakuinya, wohoho. Itu belum seberapa, selanjutnya kita harus bangun jam 4 buat mandi berjamaah karena 1 kamar mandi bisa sampai 7 orang, asiik pokoknya,haha. Setelah itu lari - lari, apel pagi, apel makan, apel malam dan apel - apel lainnya, mending kalo apelnya itu jenis buah enak dimaka, lha ini apel yang kadang panas - panasan, kadang dingin - dingin dan yang paling parah adalah kamu harus push up kalo terlambat atau bercandaan pas apel, hedeeh *ups ga blh ngeluh :). Makan dihitungin dan dengan ala kadarnya, materi di tempat ala kadarnya, tempat tidur yang ala kadarnya, sampai - sampai banyak dari kita yang sakit perut mungkin dikarenakan fasilitas yang ala kadarnya tadi, menyedihkan memang tapi yang paling mantab adalah saat acara jerit malam, judulnya aja udah jerit, otomatis pada jerit - jeritan, selain jeritan karena pocong palsu, jeritan yang paling banyak adalah jeritan karena harus jalan ber kilo - kilo melewati hutan belantara penuh dengan semak - semak dan harus jalan nanjak yang kalau dijumlah bisa hampir 10 km dan itu MALAM! sampai asrama, mandi trus tidur, karena kita baik kita berkhusnudzon sama brimobnya kalau ga mungkin ada yang namanya PLB (Panggilan Luar Biasa) tapi tak disangka dan tak dinyana, jam 3 an pagi lebih kita yang baru sekitar 3 jam tidur harus bangun pake pakaian lengkap PDL yang ribetnya tingkat dewa, ampuuuun pak. Belum selesai disitu saudara -saudara, paginya kita harus sarapan jam 5, mungkin memang lebih pantas dipanggil sahur ketimbang sarapan, setelah itu harus jalan menaiki gunung penanggungan untuk lihat "sumber tetek" yang ada di benaku adalah air terjun yang menyenangkan tetapi setelah mendaki gunung bukan air terjun yang kulihat, hanya air yang mancur dari "tetek" sebuah patung cewek, Ya Allah penonton kecewa :( coba liat nih, yg namanya sumber tetek joss, cekidot

Tapi semuanya itu ga tahu kenapa terasa sangat menyenangkan dan penuh dengan kenangan, ini nih foto mengharukan saat harus pisah dengan pelatih dan pengasuh dari brimob



Setelah dari watukosek, kita semua balik ke kantor pusat, ini merupakan saat yang paling mendebarkan melebihi berdebarnya orang nungguin lahiran,hehe, apa itu?Yak, kita kumpul di pusat karena harus mengambil undian untuk penempatan OJT kita, teretereteeeet setelah giliranku ambil undian, nama yang tertulis di kertas kecil itu adalah "KOTABARU", shock karena harus sebrang pulau tapi tetep ikhlas :)

" Sangat berharap ini merupakan awal yang baik untuk kehidupanku, karirku, semoga rangkaian seleksi ini bisa lancar dan diangkat menjadi pegawai, yang tidak kalah pentingnya semoga mendapat penempatan di jawa, paling dekat dengan keluarga, amiiiin ya Allah :) "

0 komentar:

Posting Komentar